Skip to content

globalisasi indonesia

May 21, 2011

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di zaman sekarang ini, sudah banyak sekali perubahan-perubahan yang terjadi dalam tatanan kehidupan manusia. Perubahan itu bisa disebut era globalisasi, era globalisasi dewasa ini dan di masa datang sedang dan akan mempengaruhi perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia pada umumnya. Bahwa masyarakat Indonesia tidak bisa menghindarkan diri dari proses globalisasi tersebut, apalagi jika ingin survive dan berjaya di tengah perkembangan dunia yang kian kompetitif di masa kini dan masa depan.

Globalisasi mempengaruhi hampir semua aspek yang ada di masyarakat, seperti politik, ekonomi, social, agama, teknologi, dan termasuk diantaranya aspek budaya. Kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Baik nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan/psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan subsistem dari kebudayaan.

Globalisasi yang diikuti dengan kemajuan teknologi telah menyentuh hampir semua bidang kehidupan manusia. Arus informasi dari suatu tempat ke tempat lain dapat diterima dengan cepat dan lengkap. Bersamaan dengan itu media komunikasi mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik dalam segi konten berita maupun dalam segi variasi segmen, dan semakin dominan dalam menentukan corak dan warna manusia baik sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial. Kehadiran teknologi pada dasarnya didorong oleh obsesi manusia untuk mengatasi jarak dan ruang, serta sebagai pemuas kebutuhan manusia akan informasi.
Revolusi teknologi informasi ini telah meledakkan serpihan budaya Barat sampai tak terbendung mengalir dan merubah budaya sebagian besar masyarakat dunia, terutama yang tinggal di perkotaan. Masyarakat perkotaan yang memiliki kemudahan akses terhadap informasi merupakan kelompok masyarakat yang langsung terkena pengaruh budaya global. Serta terpaan budaya global ini lambat laun mengakibatkan perubahan sosial budaya, yaitu sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan ini merupakan hal yang umum terjadi, seiring berkembangnya zaman dan sesuai dengan sifat dasar manusia yang selalu ingin berubah. Perubahan ini mencakup banyak aspek dari hidup manusia, termasuk perubahan peradaban dan gaya hidup.

Globalisasi tampaknya telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Kita tidak dapat melepaskan diri dari globalisasi. Ibaratnya, siap atau tidak siap, kita mesti berhadapan dengan globalisasi. Namun demikian, arus globalisasi ternyata tidak selamanya berdampak positif. Ada pula dampak negatifnya. Oleh karena itu, kita harus mempunyai penyaring (filter) untuk menghadapinya agar kita tidak terlindas oleh jaman. Justru sebaliknya, kita harus tetap menjadi manusia yang berjiwa manusiawi. Untuk kesuksesan dan kesejahteraan umat manusia di seluruh dunia.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah arus globalisasi di Indonesia?
2. Bagaimanakah dampak dari globalisasi terhadap kehidupan bangsa Indonesia?

C. Tujuan Penulisan
1. Memenuhi persyaratan nilai matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan
2. Memberi wawasan mengenai arus globalisasi
3. Memberi wawasan mengenai dampak dari globalisasi baik positif maupun negatif
4. Memberi wawasan mengenai bagaimana mengambil sikap di era globalisasi ini

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian globalisasi

Kata global, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bermakna universal. Secara umum atau keseluruhan, taksiran secara bulat, secara garis besar atau meliputi seluruh dunia. Dari kata ini lahirlah kata ”globalisasi”, globalisasi diartikan sebagai proses masuknya ke ruang lingkup dunia. Pahamnya disebut globalisme, yaitu paham kebijaksanaan nasional yang memperlakukan seluruh dunia sebagai lingkungan yang pantas untuk pengaruh politik.
Menurut John Huckle, globalisasi adalah suatu proses dengan mana kejadian, keputusan, dan kegiatan di salah satu bagian dunia menjadi suatu konsekuensi yang signifikan bagi individu dan masyarakat di daerah yang jauh. Sementara itu, Albrow mengemukakan bahwa globalisasi adalah keseluruhan proses di mana manusia di bumi ini diinkorporasikan (dimasukkan) ke dalam masyarakat dunia tunggal, masyarakat global. Karena proses ini bersifat majemuk, kita pun memandang globalisasi di dalam kemajemukan.
Secara ekonomi, globalisasi merupakan proses pengintegrasian ekonomi nasional bangsa-bangsa ke dalam sebuah sistem ekonomi global.
Menurut Prijono Tjjiptoherijanto, konsep globalisasi pada dasarnya mengacu pada pengertian ketiadaan batas antar negara (stateless). Konsep ini merujuk pada pengertian bahwa suatu negara (state) tidak dapat membendung “sesuatu” yang terjadi di negara lain. Pengertian “sesuatu” tersebut dikaitkan dengan banyak hal seperti pola perilaku, tatanan kehidupan, dan sistem perdagangan.
Pada intinya, globalisasi diyakini dapat mewujudkan satu tatanan kehidupan baru. Tatanan dunia baru itu berupa kesatuan koeksistensi (keadaan hidup berdampingan secara damai antar bangsa yang berbeda atau bertentangan pandangan politiknya. Mengapa terjadi koeksistensi? Karena setiap warga dunia berhasil menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi, dan budaya masyarakat. Dengan kata lain, munculnya arus globalisasi bersamaan hilangnya batas-batas wilayah sebuah negara.
Jelas sekali bahwa globalisasi merupakan sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin bias atau sempit.
B. Karakteristik globalisasi
Salah satu karakteristik globalisasi adalah ditandai dengan adanya mobilitas pemikiran, gagasan, dan ide-ide. Dampaknya adalah adanya sebuah common ideas dari penyebaran pemikiran-pemikiran tersebut ke berbagai belahan dunia. Satu dari ide atau gagasan maupun pemikiran yang sedang menjadi sorotan banyak kalangan adalah demokrasi baik itu sebagai nilai maupun sebagai institusi politik.
1. Karakteristik

a. Penciptaan dan penggandaan

Berbagai aspek kehidupan seperti produk, gaya hidup ataupun praktik-praktik politik saat ini cenderung tidak lagi dibatasi oleh kaidah-kaidah atau batasan-batasan geografis ataupun kultural. Globalisasi bisa muncul dalam bentuk penggandaan praktik maupun produk yang telah ada sebelum, tetapi bisa juga muncul dari hal-hal yang baru. Berbagai produk, seperti McDonald, Coca Cola atau Levi’s misalnya, saat ini tersedia di seluruh belahan bumi dan bisa dinikamati oleh hampir semua orang diseluruh dunia. Pada saat yang sama, demokrasi telah berkembang menjadi sebuah praktik politik yang diidealkan.

b. Perluasan dan Pemakaran hubungan sosial, aktivitas, dan saling kebergantungan

Globalisasi juga ditandai dengan perluasan dan pemekaran dalam artian spasial dan temporal. Semua kegiatan, hubungan dan proses berlangsung pada saat yang bersamaan dalam skala global dan berlangsung selama 24 jam. Perluasan dan pemekaran temporal dan spasial ini terlihat misalnya dengan operasi kegiatan finansial global, chain stores, kelompok teroris ataupun gerakan-gerakan sipil global.

c. Intensifikasi dan akselerasi
Proses intensifikasi dan akselerasi terjadi dalam kaitannya dengan pertukaran data dan informasi maupun dalam kaitannya dengan hubungan sosial. Dalam kaitan ini, globalisasi pada dasarnya adalah lokalisasi. Jika selama ini lokal dan global di pahami sebagai dua kutub ekstrim dari sebuah kontinum, globalisasi menjadikan lokal dan global sekaligus awal dan akhir.

d. Kesadaran manusia
Globalisasi juga ditandai dengan karakter yang berupa kesadaran manusia sebagai bagian dari globalitas. Manusia menjadi semakin sadar terhadap proses yang berlangsung ini. Sebagai bagian dari rangkaian proses ke arah globalitas, kesadaran ini merupakan aspek non material atau non obyektif. Proses ini berlangsung baik pada tingkat individual maupun pada tingkat kolektif, seperti negara.

2. Infrastruktur global
Semua karakteristik globalisasi tersebut hanya mungkin berkembang dengan dukungan infrasturktur yang tepat. Infrastruktur dalam artian ini meliput infrastruktur material, organisasional, dan ideologis.
Infrastruktur material terutama menyangkut teknologi informasi dan komunikasi, yang semakin maju dan semakin tersedia bagi semakin banyak orang. Infrastruktur organisasi mengacu pada institusi-institusi yang mengendalikan dunia. Dalam artian, Bank Dunia, IMF, WTO, adalah bentuk-bentuk infrastruktur organisasi. Infrastruktur ideologis mengacu pada norma-norma, sikap-sikap atau perspektif yang memungkinkan manusia bersifat adaptif dan resetif terhadap globalisasi. Pendidikan ataupun sosialisasi yang menggambarkan global sebagai sesuatu yang baik, lebih baik atau menguntungkan, misalnya menjadi faktor penting bagi berkembangnya globalisasi.

C. Proses Globalisasi

Globalisasi sebagai suatu proses bukanlah suatu fenomena baru karena proses globalisasi sebenarnya telah ada sejak berabad-abad lamanya.
Di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 arus globalisasi semakin berkembang pesat di berbagai negara ketika mulai ditemukan teknologi komunikasi, informasi, dan transportasi.
Loncatan teknologi yang semakin canggih pada pertengahan abad ke-20 yaitu internet dan sekarang ini telah menjamur telepon genggam (handphone) dengan segala fasilitasnya.
Bagi Indonesia, proses globalisasi telah begitu terasa sekali sejak awal dilaksanakan pembangunan. Dengan kembalinya tenaga ahli Indonesia yang menjalankan studi di luar negeri dan datangnya tenaga ahli (konsultan) dari negara asing, proses globalisasi yang berupa pemikiran atau sistem nilai kehidupan mulai diadopsi dan dilaksanakan sesuai dengan kondisi di Indonesia.
Globalisasi secara fisik ditandai dengan perkembangan kota-kota yang menjadi bagian dari jaringan kota dunia. Hal ini dapat dilihat dari infrastruktur telekomunikasi, jaringan transportasi, perusahaan-perusahaan berskala internasional serta cabang-cabangnya.

BAB III
PEMBAHASAN

A. Indonesia dan Arus Globalisasi Dunia

Seperti diketahui, saat ini mau tidak mau kita harus berhadapan dengan arus globalisasi. Sikap terbaik untuk mengahdapi arus globalisasi kita harus merancang dan merumuskan apa saja yang menjadi tugas dan kewajiban setiap diri kita. Salah satu tugas dan kewajiban yang harus kita laksanakan adalah menegakkan dan mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara. Tugas dan kewajiban itu telah ditegaskan dalam Pembukaan dan pasal-pasal UUD 1945. Saat ini, pengaruh globalisasi yang sangat jelas terlihat terjadi di bidang ekonomi, kebudayaan, dan teknologi informasi.

1. Globalisasi ekonomi
Globalisasi perekonomian merupakan proses kegiatan ekonomi dan perdagangan. Dalam situasi global, setiap negara di seluruh dunia yang terlibat dalam kegiatan perekonomian pasti harus berhadapan dengan negara lainnya. Dunia yang semakin mengglobal ini menjadikan hadirnya satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi. Bahkan, bata teritorial negara hampir tidak ada sama sekali. Jelas sekali, disadari atau tidak, globalisasi perekonomian telah mengharuskan adanya penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.
Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif. Sebaliknya pada saat yang sama, globalisasi juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik. Dalam kondisi demikian, kemampuan bersaing harus mulai diperhatikan. Kemampuan bersaing ini bergantung pada kualitas atau keunggulan produk yang dipasarkan. Jadi, perhatian utama bangsa Indonesia bukan pada keunggulan komparatif, melainkan pada keunggulan kompetitif. Adapun jenis-jenis globalisasi ekonomi yaitu :
– Globalisasi produksi. Dalam hal ini, perusahaan industri yang sudah besar melakukan ekspansi usaha, mereka memproduksi barang produknya di berbagai negara dengan sasaran agar biaya produksi menjadi lebih rendah.
– Globalisasi pembiayaan. Perusahaan global mempunyai akses sangat mudah untuk memperoleh pinjaman atau melakukan investasi, baik dalam bentuk portofolio maupun langsung, disemua negara di dunia. Misalnya PT Jasa Marga yang berusaha memperluas jaringan jalan tol.
– Globalisasi tenaga kerja. Perusahaan global mampu memanfaatkan tenaga kerja dari negara di seluruh dunia yang sesuai dengan kelasnya.
– Globalisasi jaringan informasi. Masyarakat di suatu negara akan dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia lainnya. Misalnya, adanya jaringan TV Internasional.
– Globalisasi perdagangan. Hal ini terwujud dalam bentuk penurunan dan penyeragaman tarif, serta pengahapusan berbagai hambatan nontarif. Misalnya perdagangan antarbenua telah melahirkan beberapa lembaga bentukan baru seperti APEC atau AFTA. Seiring dengan globalisasi ini, kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi semakin cepat, ketat dan fair.

Adapun dampak positif dan negatif dari globalisasi ekonomi yaitu :
Dampak positif
– Mendorong perusahaan (pelaku ekonomi) untuk melakukan kerja sama antar perusahaan.
– Semakin terbukanya pasar-pasar untuk produk ekspor
– Semakin mudah mengakses modal investasi dari luar negeri
– Memperoleh lebih banyak modal dan pengembangan teknologi yang lebih baik
Dampak negatif
– Membanjirnya produk impor di pasaran domestik (Indonesia) sehingga mematikan usaha-usaha Indonesia
– Hilangnya pasar produk ekspor Indonesia karena kalah bersaing dengan negara lain
– Masuknya tenaga kerja asing di Indonesia yang lebih profesional Sumber Daya Manusianya
– Hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri
2. Globalisasi Kebudayaan

Kebudayaan berarti hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal-budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat. Menurut antropologi, kebudayaan merupakan keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami lingkungan, serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah lakunya.
Saat ini, arus globalisasi sudah sangat mempengaruhi hampir semua aspek yang ada di masyarakat, termasuk diantaranya aspek budaya. Di dalam kebudayaan ada nilai-nilai (values) kehidupan yang di anut oleh masyarakat. Kebudayaan juga mencakup persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal, apakah nilai-nilai atau persepsi itu berkaitan dengan aspek-aspek psikologis atau aspek lainnya. Aspek psikologis yang dimaksud adalah apa-apa yang terdapat di alam pikiran seseorang atau sekelompok orang.
Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang.
Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.

Dampak yang diberikan dari globalisasi kebudayaan ini, yaitu :
Dampak positif
– Tersebarnya nilai-nilai dan budaya tertentu keseluruh dunia
– Semakin cepatnya perkembangan kebudayaan
– Berkembangnya turisme dan pariwisata
Dampak negatif
– Kebudayaan asli mulai runtuh
– Cara berpakaian mulai berubah
– Hilangnya semangat nasionalisme dan patriotisme
– Gaya hidup cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.

3. Globalisasi Teknologi dan Informasi
Semakin tingginya peradaban yang ditopang oleh keberadaan ilmu pengetahuan dan teknologi, masyarakat modern sebagaimana dihasilkan oleh industrialisasi dan teknologisasi merupakan masyarakat dengan struktur kehidupan yang dinamis, kreatif untuk melahirkan gagasan-gagasan demi kepentingan manusia dalam berbagai sektor kehidupan. Daya berpikir dan daya cipta semakin berkembang sedemikian rupa sehingga mampu memformulasikan makna kehidupan dalam konteks yang nyata, seterusnya akan berakibat pada bergesernya nilai-nilai budaya yang setiap saat dapat berlangsung walaupun lamban namun pasti.
Tidak satupun peradaban yang dapat disebut maju tanpa diikuti oleh pesatnya pertumbuhan ilmu dan teknologi. Munculnya industrialisasi adalah dampak dari kemajuan pola pikir dan daya kreasi manusia sehingga mampu memformulasikan makna kehidupan dalam bentuk sarana yang tersedia di alam raya. Industrialisasi dengan demikian menyangkut proses perubahan sosial, yaitu perubahan susunan kemasyarakatan dari suatu sistem sosial, perubahan dari keadaan negara kurang maju (less developed country) menuju kepada negara maju (more developed country). Karena itu, penguasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan prasyarat untuk memenuhi kebutuhan hidup modern yang sudah memasuki seluruh wilayah kehidupan manusia dan masyarakat bangsa.
Penyerbuan komunikasi dan informasi yang menembus batas-batas budaya. Seluruh kemajuan yang diperoleh oleh manusia tidak bisa dilepaskan dari peranan komunikasi. Komunikasi memang menyentuh semua aspek kehidupan bermasyarakat, atau sebaliknya semua aspek kehidupan masyarakat menyentuh komunikasi. Justru itu orang selalu melukiskan komunikasi sebagai ubiquitous atau serba hadir. Artinya komunikasi berada di manapun dan kapanpun. Komunikasi merupakan sesuatu yang memang serba ada. Sifat komunikasi yang serba hadir ini, selain memberikan keuntungan juga sekaligus menimbulkan banyak kesulitan karena fenomena komunikasi itu menjadi luas, ganda dan multi makna.
Dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini seperti teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari-hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone.

Dampak yang ditimbulkan dari globalisasi teknologi dan informasi, yaitu :
Dampak positif
– Memudahkan manusia untuk berkomunikasi jarak jauh dengan menggunakan akses jejaring sosial
– Membantu melakukan pekerjaan manusia seperti mesin-mesin yang dengan otomatis bekerja sendiri
– Cepat mendapatkan informasi yang diperlukan
Dampak negatif
– Dapat dengan mudah mengakses situs-situs yang berunsur pornografi
– Menjadikan manusia yang ”anti-sosial”
– Dapat merusak nilai moral generasi muda saat ini

Adapun globalisasi lainnnya yang ada di berbagai aspek kehidupan manusia antara lain :

a. Globalisasi Sosial
Dampak positif
– Generasi muda mampu mendapatkan sarana-sarana informasi yang lebih efisien dengan jangkauan yang lebih luas
– Adanya perubahan tata nilai dan sikap ke arah yang lebih baik
– Tingkat kehidupan yang lebih baik
Dampak negatif
– Menyebabkan kesenjangan sosial dalam masyarakat
– Menyebabkan gaya hidup yang individualistik
– Menyebabkan gaya hidup yang kebarat-baratan

b. Globalisasi Politik
Dampak positif
– Pemerintah bersikap demokratis dan terbuka
– Transparansi, akuntabilitas dan profesional dalam penyelenggaraan negara
– Semakin banyaknya partai politik
Dampak negatif
– Penyebaran nilai-nilai politik barat
– Semakin lunturnya nilai politik yang berdasarkan gotong royong, semangat kekeluargaan dan musyawarah
– Menguatnya nilai politik dengan semangat individual

c. Globalisasi Pertahanan dan Keamanan
Dampak positif
– Menguatnya supremasi hukum, demokratisasi dan tuntutan dilaksanakannya HAM
– Menguatnya regulasi hukum dan pembuatan peraturan perundang-undangan
– Aparat hukum dituntut untuk lebih profesional
Dampak negatif
– Tidak semua negara bisa beradaptasi dengan teknologi dengan sistem baru
– Globalisasi menghasilkan ancaman keamanan terhadap komunitas dan individu yang mempunyai karakter yang terbuka
– Globalisasi membuat batas wilayah tidak mampu lagi membatasi pengaruh yang masuk dalam negara

Dampak positif dan negatif pada pengaruh globalisasi terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara pun ada. Dampak positifnya yaitu :
– Meningkatnya peluang kesempatan kerja
– Mendorong masyarakat untuk lebih memiliki pengetahuan, ketrampilan dan komunikasi
– Mendorong masyarakat untuk lebih produktif dan meningkatkan kualitas produksinya sehingga mampu bersaing di pasar global
– Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat
– Membuka peluang baru bagi pengusaha untuk berusaha di berbagai sektor dan berbagai negara
Dampak negatifnya yaitu :
– Adanya persaingan antara negara maju dengan negara berkembang dan dapat menghambat perkembangan ekonomi nasional
– Bagi mereka yang tertinggal, termasuk masyarakat yangtidak memiliki pengetahuan dan ketrampilan sesuai kebutuhan, akan terjadi pengangguran yang membahayakan kehidupan sosial
– Pengangguran akan mengakibatkan adanya masalah sosial, kerawanan sosial dan sebagainya

B. Sikap dan antisipasi yang harus dirancang untuk menghadapi globalisasi
1. Reposisi diri terhadap arus globalisasi
Saat ini, krisis di berbagai bidang kehidupan terus menimpa bangsa kita. Sedikitnya, masalah itu bisa mengurangi rasa percaya diri (self confidence). Kita juga mudah untuk tidak berkonsentrasi dan tidak berupaya dengan keteguhan hati dalam memecahkan berbagai masalah itu.

2. Sikap proaktif yang harus dilaksanakan
Jati diri sebagai bangsa yang religius tidak akan hilang jika kita kembali kepada nilai dan jati diri bangsa. Nilai dan jati diri bangsa itu tertera di dalam Pembukaan UUD 1945 yang didalamnya memuat sila-sila Pancasila. Menurut Pembukaan UUD 1945, negara berkewajiban untuk melindungi segenap bangsa dan segenap tumpah darah Indonesia dari setiap ancaman dan gangguan, dari manapun datangnya. Salah satu ancaman serius itu adalah globalisasi.
– Kita harus bekerja keras membangun perekonomian bangsa, kita tidak boleh tertinggal terus oleh kemajuan negara-negara lain.
– Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.
– Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
– Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
– Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar-benarnya dan seadil- adilnya.
– Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ekonomi, sosial budaya.

Dengan adanya langkah-langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa.

BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan

Globalisasi merupakan suatu proses yang mencakup keseluruhan dalam berbagai bidang kehidupan sehingga tidak tampak lagi adanya batas-batas yang mengikat secara nyata, sehingga sulit untuk disaring atau dikontrol. Globalisasi merupakan suatu gejala wajar yang pasti akan dialami oleh setiap bangsa di dunia, baik pada masyarakat yang maju, masyarakat berkembang, masyarakat transisi, maupun masyarakat yang masih rendah taraf hidupnya.
Dalam era global, suatu masyarakat/negara tidak mungkin dapat mengisolasi diri terhadap proses globalisasi. Jika suatu masyarakat/negara mengisolasi diri dari globalisasi, mereka dapat dipastikan akan terlindas oleh jaman serta terpuruk pada era keterbelakangan dan kebodohan.
Dampak positif dan negatif pada pengaruh globalisasi terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara pun ada. Salah satu contoh dalam era globalisasi pada sistem politik. Bangsa Indonesia telah menerapkan kehidupan berdemokrasi yang telah membawa perubahan-perubahan yang besar, diantaranya pelaksanaan pemilu legislatif dengan sistem multipartai dan pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung. Itu dampak positifnya.
Sedang dampak negatifnya ialah pada kebanyakan negara berkembang akan memunculkan sikap dan tindakan anarkis yang dapat memakan banyak korban diantara sesama. Wawasan kebangsaan semakin terpuruk sehingga dapat menimbulkan disintegrasi bangsa. Seperti munculnya Gerakan Papua Merdeka dan Gerakan Aceh Merdeka.

DAFTAR PUSTAKA

Nurida, Heni dan Sutisna, kurdi. 2008. Pendidikan dan Kewarganegaraan. Jakarta : HUP
Muhlisin dan Sujiyanto. 2005. Praktik Belajar Kewarganegaraan. Jakarta : Ganeca Exact.
http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Globalisasi&action=edit
Pengertian GLOBALISASI http://id.shvoong.com/society-and-news/news-items/2004730-pengertian-globalisasi/#ixzz1IqOf3evW

http://www.gusbud.web.id/2010/01/dampak-globalisasi-ekonomi-dan-pengaruh.html

http://agusharyadi1.blogspot.com/2001/09/negara-masyarakat-dan-tantangan_14.html

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: