Skip to content

komunikasi efektif

May 21, 2011

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Aktivitas berkomunikasi selalu terjadi dalam kehidupan sehari-hari dengan tujuan untuk mewujudkan tata hubungan di masyarakat. Ini berarti bahwa tidak ada aktivitas tanpa ada komunikasi secara langsung maupun tidak langsung, verbal maupun nonverbal. Sejak manusia yang baru dilahirkan sudah ada interaksi dengan sekelilingnya, khusunya dengan kedua orangtua dan anggota keluarga lainnya. Makin bertambah usia manusia, makin luas pula hubungan yang dapat dijangkau oleh manusia tersebut. Manusia sebagai makhluk individu adalah sebagai makhluk sosial dan makhluk masyarakat sekelilingnya. Sehingga, kegiatan komunikasi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia.
Kegiatan komunikasi sudah menjadi sebagian besar kegiatan tiap-tiap individu sehari-hari, mulai antar teman/pribadi, kelompok, organisasi atau massa. Dalam prosesnya berkomunikasi itu tidak bisa berjalan secara efektif atau sesuai dengan harapan kita, kalau lebih diteliti lagi banyak kegagalan dari komunikasi yang kita lakukan. Bisa jadi kegagalan itu disebabkan karena tujuan yang kita inginkan belum tercapai, adanya saling kesepahaman, belum bertambahnya informasi, serta kurang jelasnya penyampaian pesan. Maka dari itu perlulah diketahui bagaimana cara komunikasi yang efektif antar individu, baik oleh yang menyampaikan pesan maupun yang menerima pesan.
B. Rumusan masalah
A. Bagaimanakah dasar komunikasi?
B. Bagaimanakah komunikasi yang efektif itu?

C. Tujuan Penulisan

1. Memenuhi persyaratan nilai matakuliah Komanikasi Antar Pribadi
2. Memberi wawasan mengenai pentingnya komunikasi
3. Memberi wawasan mengenai cara berkomunikasi yang efektif
BAB II
PEMBAHASAN
A. Dasar Komunikasi

Arti komunikasi menurut Benny Kaluku, dalam bukunya ”Planning” komunikasi adalah proses penyampaian dan pengertian dan mengandung semua unsur prosedur yang dapat mempertemukan suatu pemikiran dengan pemikirannya lainnya. Menurut Keith Davis dalam bukunya ”Human Relation at work” komunikasi adalah proses jalur informasi dan pengertian dari seseorang ke orang lain. Dari definisi-definisi yang ada dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih dengan cara yang tepat, sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami, komunikasi dapat pula berarti hubungan atau kontak.
 Komponen-komponen dalam komunikasi yaitu,
1. Komunikator, yaitu pihak yang menyampaikan berita atau sumber berita, bisa perseorangan atau kelompok.
2. Komunikan, yaitu pihak yang menerima berita dan menerjemahkan lambang-lambang atau isyarat-isyarat.
3. Message, yaitu pesan berupa inti atau berita yang mengandung arti.
4. Transmit, yaitu menyampaikan, mengirimkan, menyebarkan atau meneruskan. Bentuk penyampaiannya bisa berupa tulisan, lisan, lambang-lambang, isyarat (menggunakan gerakan tubuh), dan suara.
5. Feed back, yaitu output yang dihasilkan berupa tanggapan atau respons yang berupa hasil dari pengaruh pesan yang telah disampaikan.
6. Media Komunikasi, yaitu alat yang digunakan untuk menyampaikan berita.

 Adapun fungsi-fungsi dari komunikasi yaitu,
1. Komunikasi sosial
Komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, antara lain lewat komunikasi yang bersifat menghibur dan memupuk hubungan dengan orang lain, melalui komunikasi kita dapat bekerja sama dengan anggota masyarakat.
2. Komunikasi Ekspresif
Komunikasi ekspresif tidak otomatis bertujuan mempengaruhi orang lain, namun dapat dilakukan sejauh komunikasi tersebut menjadi instrumen untuk menyampaikan perasaan-perasaaan (emosi) kita. Perasaan tersebut terutama dikomunikasikan melalui pesan-pesan nonverbal. Perasaan sayang, gembira, sedih, takut, khawatir, marah dapat disampaikan lewat kata-kata melainkan lewat perilaku nonverbal.
3. Komunikasi Ritual
Komunikasi yang biasanya dilakukan secara kolektif, sering juga bersifat ekspresif, menyatakan perasaan terdalam seseorang. Kegiatan ritual memungkinkan para pesertanya berbagi komitmen emosional dan menjadi perekat bagi kepaduan mereka, juga sebagai pengabdian kepada kelompok.
4. Komunikasi Instrumental
Memiliki tujuan menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan dan mengubah perilaku atau menggerakkan tindakan dan juga untuk menghibur. Komunikasi yang berfungsi memberitahukan mengandung muatan persuasif dalam arti bahwa pembicara menginginkan pendengarnya mempercayai bahwa fakta atau informasi yang disampaikannya akurat dan layak untuk diketahui.

 Proses komunikasi, yaitu tahapan-tahapan pertukaran informasi/pesan/berita dari pihak penyampaian berita kepihak penerima berita dengan menggunakan media dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Pesan Encode Media Decode Pesan

Komunikator Hambatan Komunikan

Feed Back

– Pengirim pesan/komunikator adalah orang yang mempunyai ide untuk disampaikan kepada seseorang dengan harapan dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya.
– Pesan adalah informasi yang akan disampaikan atau diekspresikan oleh pengirim pesan. Pesan dapat verbal atau non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir secara baik dan jelas.
– Encode, proses penyampaian pesan.
– Media, alat yang digunakan untuk menyampaikan berita.
– Decode, proses penerimaan pesan
– Feed back, umpan balik atau tanggapan (dari komunikan terhadap pesan yang disampaikan).

 Hambatan dalam komunikasi
2) Kurang kecakapan berkomunikasi
3) Sikap kurang tepat
4) Pengetahuan yang kurang
5) Syakwasangka (prejudice) yang tak berdasar
6) Jarak Fisik (Komunikator dan komunikan terletak berjauhan)
7) Kesalahan bahasa
8) Trelalu banyak kata-kata (verbal) tanpa peragaan
9) Indera yang rusak
10) Komunikasi yang berlebihan
11) Komunikasi satu arah

 Hal-hal yang mempengaruhi komunikasi
a. Dilihat dari komunikator,
1. Kecakapan komunikator, yaitu komunikator menguasai cara-cara menyampaikan pesan baik secara lisan maupun secara tertulis.
2. Sikap komunikator, menyebabkan pendengar atau pembaca percaya terhadap uraian komunikator. Sikap ini harus bersumber pada hubungan-hubungan kemanusiaannya main lancarlah komunikasi itu.
3. Pengetahuan komunikator, komunikator yang kaya akan pengetahuan dan menguasai secara mendalam akan lebih mudah memberikan uraian-uraian. Oleh karena itu agar cakap berkomunikasi, seseorang perlu rajin membaca dan mencari pengalaman.
4. Sistem sosial, ada 2 macam sistem sosial yaitu sistem sosial yang bersifat formil (dalam organisasi) dan sistem sosial informil (susunan masyarakat biasa)
5. Saluran/alat tubuh dari komunikator, terutama dalam komunikasi lisan, suara yang besar dan jelas, ucapan yang jelas, lagak lagu yang baik akan menyebabkan bicaranya menarik. Bila ingin berhasil dalam komunikasi alat-alat tubuh kita harus baik pula terutama alat-alat indera dan alat bicara.
b. Dilihat dari komunikan
1. Kecakapan berkomunikasi komunikan, kecakapan ini terutama kecakapan mendengarkan dan membaca. Ia harus cakap memusatkan perhatian, harus cakap mengambil inti sari dari suatu pembicaraan, harus dapat membedakanmana pokok permasalahan dan mana yang hanya merupakan penjelasan-penjelasan saja, harus bersifat kritis, harus dapat menangkap banyak kata-kata secara sekaligus dan menafsirkannya secara tepat.
2. Sikap komunikan, hasil komunikasi dipengaruhi pula oleh sikap komunikan, kadang-kadang komunikan telah menaruh curuga terhadap pembicar atau terkadang telah bersikap apriori artinya telah menentukan kesimpulan sebelum ada data-data yang lengkap.
3. Pengetahuan komunikan, dengan pengetahuan yang banyak seorang pendengar dapat dengan cepat menangkap isi dari suatu pembicaraan atau suatu bacaan, karena ia mudah menafsirkan maksud dari pembicara/penulis.
4. Sistem sosial, artinya si pendengar harus memahami kedudukan apa-siapa si pembicara, bila ingin komunikasi menjadi lancar kita sebagai pendengar harus dapat menyesuaikan diri terhadap sistem sosial dari pihak pembicara.
5. Saluran komunikasi, bila pendengaran, penglihatan atau indera lainnya kurang sempurna maka komunikasi juga tidak akan sempurna.

B. Komunikasi yang Efektif

Komunikasi yang efektif adalah Komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang yang terlibat dalam komunikasi. Tujuan dari komunikasi yang efektif itu ialah memberi kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi dan penerima sehingga bahasa lebih jelas, lengkap, pengiriman dan umpan balik seimbang dan melatih penggunaan bahasa nonverbal secara baik.
Hal-hal yang sebagai penguat untuk membangun suatu komunikasi yang efektif yaitu :
1. Berusaha benar-benar mengerti orang lain (emphatetic communication)
2. Memenuhi komitmen atau janji
3. Menjelasakan harapan
4. Meminta maaf dengan tulus ketika membuat kesalahan
5. Memperlihatkan integritas pribadi yang kuat merupakan faktor utama
6. Adanya keterbukaan
7. Bersikap empati, adanya dukungan, adanya kesetaraan
8. Memiliki rasa yang positif

 Karakteristik Komunikasi yang efektif
1. Komunikasi verbal yang efektif
a. Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata menjadi penting dalam berkomunikasi.
b. Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan bicara dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
c. Intonasi suara, akan mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga pesan akan menjadi lain artinya bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.
d. Humor, dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan stress dan nyeri. Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus diingat bahwa humor adalah merupakan satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
e. Singkat dan jelas, Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara singkat dan jelas, langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti.
f. Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena berkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia untuk berkomunikasi, artinya dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang disampaikan.
2. Komunikasi nonverbal yang efektif
Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non verbal memberikan arti pada komunikasi verbal. Yang termasuk komunikasi non verbal :
a. Ekspresi wajah, Wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan suasana emosi seseorang.
b. Kontak mata, merupakan sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata selama berinterakasi atau tanya jawab berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan kemauan untuk memperhatikan bukan sekedar mendengarkan. Melalui kontak mata juga memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi yang lainnya.
c. Sentuhan adalah bentuk komunikasi personal mengingat sentuhan lebih bersifat spontan dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.
d. Postur tubuh dan gaya berjalan. Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya.
e. Sound (Suara). Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan juga salah satu ungkapan perasaan dan pikiran seseorang yang dapat dijadikan komunikasi.
Persepsi merupakan inti dari komunikasi, Persepsi didefinisikan sebagai interpretasi bermakna atas sensasi sebagai representatif obyek eksternal. Proses menafsirkan informasi indrawi. Persepsi disebut ini komunikasi, karena jika persepsi kita tidak akurat, tidak mungkin kita berkomunikasi dengan efektif. Persepsilah yang menentukan kita memilih suatu pesan dan mengabaikan pesan yang lain, dengan kata lain persepsi bersifat selektif. Semakin tinggi derajat kesamaanpersepsi antar individu, semakin mudah dan semakin sering mereka berkomunikasi.
Kemampuan mengembangkan komunikasi yang efektif merupakan salah satu keterampilan yang amat diperlukan untuk pengembangan diri kita. Paling tidak kita harus menguasai empat jenis keterampilan dasar dalam komunikasi, yaitu menulis, membaca (bahasa tulisan), mendengar, dan berbicara (bahasa lisan). Hampir setiap saat kita menghabiskan waktu untuk mengerjakan setidaknya salah satu dari keempat hal itu. Oleh karena itu, kemampuan untuk menguasai keterampilan dasar komunikasi dengan baik mutlak kita perlukan demi efektifitas dan keberhasilan kita.
1. Berbicara Efektif
 adanya prinsip motivasi, dalam berbicara agar pembicaraan dapat efektif hendaknya minat para pendengar dibangkitkan.
 Prinsip perhatian, pembicaraan akan berhasil bila pembicara dapat menarik perhatian para hadirin.
 Prinsip keinderaan, pembicaraan akan mudah ditangkap oleh para hadirin bila disajikan sedemikian rupa sehingga pendengaran, penglihatan, dan tangan hadirin dapat aktif.
 Prinsip pengertian, hal-hal yang dimengerti mudah dihafalkan atau mudah tertanam dalam pikiran seseorang.
 Prinsip ulangan, hal-hal yang diulang-ulang akan lebih meresap ke dalam jiwa sehingga mudah diingat kembali.
 Prinsip kegunaan, hal-hal yang dirasa ada gunanya akan tetap tinggal lama dalam ingatan seseorang.
2. Membaca Efektif
 Membaca merupakan mengerti atau memahami arti apa yang ditulis
 Adanya motivasi, agar dapat membaca dengan baik perlu membangkitkan minat
 Adanya pemusatan jiwa pada suatu hal (perhatian)
 Adanya keaktifan jasmani seperti menggaris bawahi kalimat-kalimat yang penting
 Mengulangi, apabila yang dibaca merupakan hal yang amat penting
3. Mendengarkan Efektif
 Mendengarkan merupakan pemusatan perhatian pada suara-suara yang sedang dibicarakan
 Adanya keaktifan mental pendengar ini ditandai dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti berusaha mengambil makna pembicaraan, meringkas kalimat-kalimat pembicara
 Menitikberatkan pada menerima pesan bukan mengkritik, pendengar yang baik yaitu orang yang bersikap pertama-tama, menangkap pembicaraan dan yang kedua mengkritiknya bila da hal-hal yang pantas dikritik
 Dapat mengendalikan emosi
 Dapat dengan cepat menangkap ide-ide pokok
 Mampu berpikir dengan baik, pendengar yang baik setelah menangkap kata-kata di telinga langsung ditafsirkan dengan pikiran
Komunikasi merupakan keterampilan terpenting dalam hidup kita. Kita menghabiskan sebagian besar waktu kita untuk berkomunikasi. Kegiatan komunikasi pada prinsipnya adalah aktivitas pertukaran ide atau gagasan. Secara sederhana, kegiatan komunikasi dipahami sebagai kegiatan penyampaian dan penerimaan pesan atau ide dari satu pihak ke pihak lain, dengan tujuan untuk mencapai kesamaan pandangan atas ide yang dipertukarkan tersebut.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Kegiatan komunikasi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Karena dengan berkomunikasi dapat mempelajari atau mengajarkan sesuatu, mempengaruhi perilaku seseorang, mengungkapkan perasaan, menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain, berhubungan dengan orang lain, menyelesaian sebuah masalah, mencapai sebuah tujuan, menurunkan ketegangan dan menyelesaian konflik.
Komunikasi itu bukan sesuatu yang mudah, karena itu berbagai upaya terus menerus harus kita lakukan untuk meningkatkan pengetahuan komunikasi kita dan ketrampilan kita berkomunikasi. Mestinya tidak ada kata berhenti dalam belajar, karena pengetahuan dan ketrampilan yang kita butuhkan harus selalu kita asah, agar senantiasa up-to-date dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan wacana.

DAFTAR PUSTAKA

Mulyana,Deddy. M.A., Ph.D. 2005. Ilmu Komunikasi. Bandung : Remaja Rosdakarya

Citrobroto, Suhartin. Drs. 1979. Prinsip-prinsip dan Teknik Berkomunikasi. Jakarta: Bhratara Karya Aksara

Suyetti dan Kurniawan, Gita. 2005. Bekerja Sama dengan Kolega dan Pelanggan. Jakarta: Yudhistira

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: