Skip to content

sensasi psikologi

May 21, 2011

BAB I
PENDAHULUAN

Setiap informasi akan diberi makna yang berlainan oleh orang yang berbeda. Proses penerimaan dan pengolahan informasi yang terjadi dalam diri manusia dikenal sebagai komunikasi intrapersonal. Dalam proses penerimaan informasi, alat indera merupakan faktor yang menentukan, karena setiap stimuli yang datang dari luar diri kita ditangkap melalui alat indera. Proses menangkap stimuli melalui alat indera ini disebut proses sensasi. Sensasi ini terjadi disebabkan oleh faktor-faktor personal seperti kapasitas alat indera, perbedaan pengalaman, lingkungan budaya dan faktor luar (situasional) yaitu stimulus yang datang ke alat indera kita.

Melalui alat inderalah manusia memperoleh pengetahuan dan semua kemampuan untuk berinteraksi dengan dunianya. Tanpa alat indera manusia tidak dengan sempurna dalam menjalani kehidupan ini. Di samping alat indera sebagai penerima stimulus harus di bantu oleh kemampuan otak untuk mengolah segala rangsangan yang diterima.

Dalam kehidupan sensasi sangat penting, agar manusia mampu untuk belajar memanfaatkan banyaknya potensi, termasuk potensi untuk mengembangkan diri dalam berhubungan atau berkomunikasi dengan yang lain dan lingkungan dimana ia berada. Serta dapat menilai mana sesuatu yang baik dan sesuatu yang buruk.

Dengan sensasi/ alat penginderaan yang dimilikinya manusia bisa lebih optimal dalam menjalankan hidupnya. Dengan memiliki penglihatan ia bisa melihat keindahan maupun kejelekan yang ada pada lingkungan sekitarnya, dengan pendengaran ia bisa mengetahui tentang suatu berita terkini yang ada di lingkungannya maupun di luar lingkungannya, dengan perabaan ia bisa merasakan kasar atau halusnya suatu benda, dengan pengecapan ia bisa merasakan enak atau tidaknya suatu makanan atau minuman, dan dengan penciuman ia bisa membedakan mana yang wangi dan mana yang tidak wangi.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Sensasi

Sensasi pada dasarnya merupakan tahap awal dalam penerimaan informasi. Sensasi, atau dalam bahasa inggrisnya sensation, berasal dari kata latin, sensatus, yang artinya dianugerahi dengan indra, atau intelek. Secara lebih luas, sensasi dapat diartikan sebagai aspek kesadaran yang paling sederhana yang dihasilkan oleh indra kita, seperti temperatur tinggi, warna hijau, rasa nikmatnya sebatang coklat. Sebuah sensasi dipandang sebagai kandungan atau objek kesadaran puncak yang privat dan spontan.

Menurut Benyamin B. Wolman (1973, dalam Rakmat, 1994) menyebut sensasi sebagai ”pengalaman elementer yang segera, yang tidak memerlukan penguraian verbal, simbolis, atau konseptual, dan terutama sekali berhubungan dengan kegiatan alat indra”. Apa pun definisi sensasi, fungsi alat indera dalam menerima informasi dari lingkungan sangat penting. Melalui alat indera, manusia dapat memahami kualitas fisik lingkungannya. Lebih dari itu dengan alat inderalah, manusia memperoleh pengetahuan dan semua kemampuan untuk berinteraksi dengan dunianya. Sensasi sering dibedakan dari persepsi, yang melibatkan penilaian, inferensi, interpretasi, bias, atau prakonseptualisasi, sehingga bisa salah. Sensasi dipandang sebagai pasti, ditentukan secara mendasar, fakta kasar. Menurut beberapa pendapat, sensasi lebih berkonotasi pada sebuah hubungan dengan perasaan (tetapi bukan emosi), sedangkan persepsi lebih berhubungan dengan kognisi. Sensasi sering digunakan secara sinonim dengan kesan inderawi, sense datum, sensum, dan sensibilium. Misalnya meja yang terasa kasar, yang berarti sebuah sensasi dari rabaan terhadap meja.
Dalam proses penerimaan informasi, alat indera merupakan faktor yang menentukan, karena setiap stimuli yang datang dari luar diri kita ditangkap melalui alat indera. Proses menangkap stimuli melalui alat indera ini disebut proses sensasi.
Dalam ungkapan lain sensasi ialah penerimaan stimulus lewat alat indra, sedangkan persepsi adalah menafsirkan stimulus yang telah ada di dalam otak” (Mahmud, 1990:14). Meskipun alat untuk menerima stimulus serupa pada setiap individu, interpretasinya berbeda. Kita mengenal lima alat indera atau pancaindera. Kita mengelompokannya pada tiga macam indera penerima, sesuai dengan sumber informasi. Sumber informasi boleh berasal dari dunia luar (eksternal) atau dari dalam diri (internal). Informasi dari luar diindera oleh eksteroseptor (misalnya, telinga atau mata). Informasi dari dalam diinderai oleh ineroseptor (misalnya, system peredaran darah). Gerakan tubuh kita sendiri diinderai oleh propriseptor (misalnya, organ vestibular).

Jadi, sensasi merupakan penerimaan stimulus (rangsangan) melalui indera, dan sensasi lebih cenderung hubungannya dengan perasaan. Dan alat penginderaan itulah yang menghubungkan organisme dengan lingkungannya. Sensasi itu sebagai proses atau pengalaman elementer yang timbul apabila satu perangsang merangsang satu reseptor atau proses merasakan.

B. Macam-macam sensasi

1. Sensasi Penglihatan

Alat penginderaannya yaitu mata, dengan melalui penglihatan individu bisa melihat keindahan atau kejelekan di lingkungannya, serta mata adalah salah satu instrumen manusia untuk menerima informasi pada tahap awal dan mata adalah jendela yang menghubungkan manusia dengan dunia. Misalnya, melihat seseorang yang cantik atau ganteng, melihat rambu-rambu lalu lintas dan sebagainya.

2. Sensasi Pendengaran

Sensasi auditori didapatkan dari indera pendengaran yaitu telinga. Pendengaran adalah kemampuan untuk mengenali suara pada manusia dan binatang bertulang belakang, hal ini dilakukan terutama oleh sistem pendengaran yang terdiri dari telinga, syaraf-syaraf, dan otak. Melalui indera pendengaran ini kita bisa membedakan suara-suara yang keras, lemah dan lembut dari suatu dialog percakapan, atau mendengarkan nada-nada musik yang indah. Indra yang digunakan untuk mendengarkan adalah telinga yang akan terstimulasi oleh adanya gelombang suara.

Ada tiga bagian utama dari telinga manusia, yaitu bagian telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Telinga luar berfungsi sebagai pengumpul suara yang kemudian di salurkan ke telingat tengah melalui lubang auditori. Di telinga tengah ini terdapat gendang telinga yang fungsinya untuk mengubah suara menjadi getaran yang kemudian disalurkan oleh tulang martil,landasan dan sanggurdi ke telinga bagian dalam. Telinga dalam terdiri dari koklea, saluran separuh bulat dan saraf auditori yaitu saraf pendengaran yang menghantarkan getaran atau pesan pendengaran dari koklea ke otak untuk ditafsirkan. Di otak pula, terdapat pusat pendengaran yang akan memproses getaran-getaran yang sampai dan getaran ini akan ditafsirkan sebagai pendengaran. Disebabkan hal inilah, kita dapat menikmati sensasi pendengaran. Contohnya yaitu mendengarkan berita tentang peperangangan ataupun perdamaian, mendengarkan musik pada saat sedang bosan, mendengarkan suara-suara seperti ambulance dan sebagainya.

3. Sensasi Perabaan
Alat penginderaannya yaitu kulit, dengan alat perabaan inilah kita bisa merasakan permukaan benda yang halus atau yang kasar, basah mauun kering. Dengan perabaan ini pula kita dapat merasakan rasa sakit apabila tersentuh benda tajam atau kasar. Contoh dari perabaan ini yaitu lembutnya pada saat menyentuh selimut dan kasarnya pada saat berjalan di bebatuan dan sebagainya.

4. Sensasi Pengecapan
Alat penginderaannya yaitu lidah, Lidah merupakan bagian tubuh penting untuk indra pengecap yang terdapat kemoreseptor (bagian yang berfungsi untuk menangkap rangsangan kimia yang larut pada air) untuk merasakan respon rasa asin, asam, pahit dan rasa manis. Tiap rasa pada zat yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh lidah di tempat yang berbeda-beda. Letaknya yaitu pada :
1. Rasa Asin = Lidah Bagian Depan
2. Rasa Manis = Lidah Bagian Tepi
3. Rasa Asam = Lidah Bagian Samping
4. Rasa Pahit = Lidah Bagian Belakang
Contohnya yaitu kita dapat merasakan enaknya masakan ibu kita, pahitnya buah pare/kopi, manisnya gula, asamnya cuka, asinnya garam. Dan apabila itu semua dapat kita rasakan maka kita akan bisa membedakan mana makanan yang tidak enak dan makanan yang enak.

5. Sensasi Penciuman
Alat penginderaannya yaitu hidung, dengan alat penciuman itu kita dapat membedakan mana yang wangi dan mana yang bau. Misalnya ketika seseorang memakai parfum akan tercium wanginya, tapi ketika mobil sampah lewat maka akan tercium/menyengatnya bau yang tidak sedap seperti bau busuk.

C. Syarat-syarat Sensasi

a. Adanya objek yang di amati atau kekuatan stimulus
objek menimbulkan stimulus yang mengenai indera (reseptor) sehingga terjadi sensasi. Untuk bisa diterima oleh indera diperlukan kekuatan stimulus yang disebut sebagai ambang mutlak (absolute threshold).

b. Kepastian alat indera (reseptor) yang cukup baik serta syaraf (sensoris) yang baik
sebagai penerus kepada pusat otak (kesadaran) untuk menghasilkan respon.

c. Pengalaman dan lingkungan budaya
pengalaman dan budaya mempengaruhi kapasitas alat indera yang mempengaruhi
sensasi.

D. Proses Sensasi
Sensasi merupakan proses penerimaan rangsang oleh alat indera/penginderaan yang belum diberi makna. Proses sensasi yaitu S-O-RS = Stimulus-Organisme-Respons, adapun prosesnya yaitu :
a. Proses fisik : stimulus mengenai alat indera atau reseptor disebut
sebagai proses kealaman.

b. Proses fisiologis : stimulus yang mengenai alat indera diteruskan oleh syaraf
sensoris ke otak.

c. Proses psikologis : proses di otak yang menyebabkan organisme mampu
menyadari apa yang diterima dengan inderanya. Ini
merupakan proses terakhir dari sensasi dan merupakan
pengamatan atau sensasi yang sebenarnya.

E. Faktor-faktor yang mempengaruhi Sensasi

1. Faktor Eksternal

Kuat lemahnya stimulus distraksi dari lingkungan, jarak stimulus terhadap alat indera, dan durasi stimulus. Stimulus yang berasal dari luar apakah sangat signifikan untuk diterima oleh syaraf dan otak. Misalnya alat pendengaran, jika kita mendengar sesuatu yang suaranya agak jauh apakah kita msih bisa mendengarnya dengan jelas atau samar-samar. Lalu lamanya rangsangan itu, misalnya alat penglihatan, jika kita melihat seseorang yang cantik/ganteng yang sedang berjalan di kerumunan orang banyak apakah kita bisa melihatnya secara jelas atau tidak. Dan inilah yang merupakan faktor dari luar yang dapat mempengaruhi sensasi yang di inderai.

2. Faktor Internal

Kondisi alat indera, apakah alat indera itu masih berfungsi dengan baik atau tidak dalam menerima stimulus atau rangsangan. Lalu kondisi syaraf dan otak, apakah masih berfungsi secara aktif untuk menerima stimulus yang datangnya dari luar serta dapat di olah secara baik sehingga mendapatkan respons yang baik. Faktor internal lebih kepada kefungsian alat indera kita sendiri. Jika alat indera kita masih baik maka dalam menerima rangsangan akan lebih efektif lagi, dan tidak timbul keragu-raguan sehingga dapat sinkron dengan alat pengolahan yaitu syaraf dan otak.

F. Pengaruh sensasi pada tingkah laku

1. Sensasi Penglihatan
Pengaruhnya sangat jelas sekali dalam tingkah laku kita, yaitu dengan sensasi penglihatan ini kita dapat melihat segala sesuatu yang berada di lingkungan sekitar kita, serta melihat situasi dan kondisi yang terjadi pada saat ini. Dengan kita mengetahui apa saja yang terjadi, itu akan membuat kita bertindak dalam suatu hal. Misalnya, orang yang melakukan perjudian, tindakan prostitusi dan sebagainya yang menjurus pada hal negatif, dengan kita melihat serta kemampuan kognisi kita saling berpadu, bahwa itu merupakan perbuatan yang tidak baik maka kita tidak akan melakukan atau mengikuti hal tersebut.

2. Sensasi Pendengaran
Jika alat pendengaran kita baik, maka apa yang akan kita lakukan akan baik pula. Misalnya, ada seorang murid yang bisa dibilang murid yang nakal, pada saat ia di nasehati oleh guru dan orang tuanya ia berubah menjadi lebih baik hal itu pula dipengaruhi oleh pola pikirnya.

3. Sensasi Perabaan
Sensasi perabaan ini, bisa berpengaruh pada tingkah laku misalnya jika kita di cubit/di pukul oleh orang lain tanpa sebab dan terasa sakit maka kita akan membalasnya dan menghindar darinya.

4. Sensasi Pengecapan
Sensasi pengecapan dapat mempengaruhi tingkah laku, misalnya jika seseorang memasak masakan untuk kita dan masakan itu terasa enak maka kita akan memujinya dan sangat lahap dalam memakannya. Akan tetapi jika makanan itu terasa tidak enak maka kita akan komplain dan tidak mau memakannya.

5. Sensasi Penciuman
Jika kita mencium sesuatu yang bau maka kita akan menutup hidung, bisa jadi mual ingin muntah. Lain hal lagi jika seseorang tercium bau badan maka kita tidak ingin dekat dengannya. Namun jika orang itu wangi kita akan senang untuk mendekatinya atau bermain dengannya.
BAB III
KESIMPULAN
Sensasi merupakan tahap awal dalam penerimaan informasi. Sensasi meliputi 5 macam alat penginderaan yaitu :
1. Sensasi Penglihatan (oleh mata)
2. Sensasi Pendengaran (oleh telinga)
3. Sensasi Penciuman (oleh hidung)
4. Sensasi Pengecapan (oleh lidah)
5. Sensasi Perabaan (oleh kulit)
Dalam proses penerimaan informasi, alat indera merupakan faktor yang menentukan, karena setiap stimulus yang datang dari luar diri kita ditangkap melalui alat indera. Agar proses penerimaan ini baik terdapat beberapa syarat yaitu :
a. Adanya objek yang di amati atau kekuatan stimulus
b. Kepastian alat indera (reseptor) yang cukup baik serta syaraf (sensoris) yang baik
c. Pengalaman dan lingkungan budaya

Setiap individu dalam proses pengolahan informasi berbeda satu sama lainnya, hal ini karena kemampuan kognitif (kemampuan berpikir) serta afektifnya berbeda. Dalam psikologi stimulus yang datang dari luar yang diterima oleh organisme seseorang yang berbeda maka dalam mengrespon / menanggapinya pun berbeda seperti halnya dalam proses sensasi yaitu S-O-RS, Stimulus-Organisme-Respons. Tidak selamanya proses sensasi itu berjalan mulus, dalam faktanya ada saja faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya. Faktor itu bisa saja dari luar maupun dari dalam diri kita, kalu dari luar misalnya jarak stimulus dengan alat indera kita ataupun lamanya stimulus untuk kita respons. Kalau dari dalam diri kita yaitu sebaik apa keberfungsian alat indera kita untuk menerima stimulus itu dan sejauh mana untuk kognitif kita dalam merespons stimulus itu.

Selain itu, sensasi dapat pula berpengaruh terhadap tingkah laku kita. Dengan merespons stimulus yang ada membuat kita akan melakukan atau bertindak sesuatu hal. Untuk bertindak itu pula kita akan dipengaruhi oleh kemampuan kognitif serta kepekaan perasaan kita tentang sesuatu hal. Maka dari itu sensasi, kemampuan kognitif, serta perasaan saling terkait dan saling berpadu dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA

http://psikologi.or.id/tag/sensasi
http://kuliahkomunikasi.com/2008/06/sensasi
http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php
http://blogs.unpad.ac.id/nadiasabrina/
http://wiki.feureau.com.wiki/praktikum_psikologi

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: